PAPER

PAPER


    Harusnya dia tak menyesal,ia datang terlambat saat bunga sakura telah gugur menandakan pergantian musim.miris,batinnya.mimpinya hanyalah mimpi dulu ia senang sekali bermimpi untuk kembali,nyatanya ia tak mau kembali.tak sekalipun ingin kembali.

"berhenti mengejarku"-bentaknya

satu bentakan yang membuat hatinya retak kembali,memang salahnya,salahnya.ia salah meninggalkan seseorang yang menunggunya.ia salah membunuh secarik harapan dari wajah didepannya ini.

"sudah terlambat"-lirihnya lagi

sebuah lirihan membuat hatinya berserakan,seakan kertas tak berguna bercecer dilantai.ia menyesal.ya.. penyesalan selalu datang akhir,saat ini takdir telah mempermainkannya.memporak porandakan hatinya,ia tak mendengar sebuah kata bermakna yang kerap kali disampaikan oleh seseorang.tak sekalipun.

sebuah kertas membuatnya terbelalak kaget,hatinya menjerit keras,mengisyaratkan kesakitan yang mendalam.maaf saja tak cukup untuk menebus dosanya,kesalahannya fatal.



ia berharap waktu berputar ke masa lalu,ia akan memperbaikinya.itu hanya mimpinya,harapan yang tak pernah terwujud.sia-sia,semua sudah terjadi.

tangan si Dominan memegang kertas pemberian submisivenya.dengan mata memerah,nafas memburu dan rasa sakit didadanya ia menorehkan sebuah pernyataan dalam bentuk coretan imajinasi.Tanda tangan.

setelahnya,mereka akan resmi.resmi menjalani kehidupan sendiri-sendiri.menjadi individual yang tak saling mengenal satu sama lain,seperti sebelumnya.




mereka resmi...












Bercerai.


-End

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DEATH 3