DEATH 3
THE LAST
Sudah sebulan korban terus berjatuhan,entah itu anak-anak,remaja,atau orang dewasa.kini si Makhluk 'pembunuh mimpi' seperti tak pernah kehabisan stok korban,ya sebut saja ia makhluk yang kejam.
"aku menemukanmu,manis"-ujar makhluk itu.
Terlihat seorang gadis,berwajah manis berambut sebahu sedang memandangi langit kota dari lantai atas.indah.batinnya.Tak bisa dipungkiri keindahan kota kecil ini,melupakan bahwa kota ini sedang tak aman,sangat tak aman untuknya.
Ia mencoba melupakan beberapa kasus yang ia tangani sebulan ini,membayangkannya sudah membuat nyalinya menciut.sungguh itu mengerikan,melihat mayat dengan keadaan tak lazim sebulan ini sungguh ia tak menyangka itu terjadi diKota indah ini.
Anehnya,sang pembunuh tak meninggalkan penjelasan mengapa ia membunuh sang korban.aneh.itu yang ada di benaknya saat ini.mungkin pembunuh normal akan menghilangkan sidik jarinya ditempat atau alat yang ia gunakan,ini tak ada sama sekali barang yang ia gunakan bahkan kamar masih bersih.
ia bingung,sungguh.selama 3 tahun ia bekerja sebagai detektive ia tak pernah menemukan kasus seperti ini,bahkan kasus ini hanya ada di kota ini.Ia mulai berbaring diranjangnya,mencari posisi yang nyaman dan terlelap dalam mimpinya.berharap ia melupakan kejadian sebulan ini.
"sayang,aku merindukanmu"-ujar seorang Pria.
"K-kau?,tidak mungkin"-lirih Catrine -detektive-
Catrine berjalan mundur,sampai tembok menghalangi jalannya.tidak mungkin.Batinnya.tak mungkin seorang pria yang sudah dikremasi dihadapannya kini menghadapnya dengan tubuh yang utuh.
Tidak mungkin,mustahil.Batin catrine merana.
"ayo,ikut denganku"-senyumnya yang indah terpancar diWajah cerahnya.
Tubuhnya meraung tak mau seperti alpha kehilangan omeganya,tetapi hatinya berkata lain.Hatinya ingin sekali memeluk pria itu hangat,menyalurkan rasa rindu selama beberapa Tahun terakhir ini.
"ayo"
inikah akhirnya?aku akan senasib dengan mereka,aku tahu ini salah.tapi hatiku berkata ingin terus bersamanya.tolong aku.Batinnya meraung.
Selangkah saja Catrine sudah dalam dekapan sang kekasih hatinya,tubuh yang selalu mememberikan kehangatan padanya dulu.Dan pagi yang mendung dengan tetesan air hujan,bercampur dengan air mata pilu sanak saudara sang detektive berbakat itu.
Tak bisa dijelaskan lagi bagaimana keadaan tubuh Catrine saat ini,kaki yang bengkok kesamping,mata yang mendelik tajam,dan tangan yang patah.mungkin bila ia hiduppun tak akan bertahan lama.
Beberapa bulan berlalu setelah kematian Catrine,tak ada lagi korban berjatuhan di Kota kecil itu.mungkin si Makhluk mimpi sudah kembali damai ditempatnya,bersama para korban yang hidup abadi didalam alamnya.
-end
"K-kau?,tidak mungkin"-lirih Catrine -detektive-
Catrine berjalan mundur,sampai tembok menghalangi jalannya.tidak mungkin.Batinnya.tak mungkin seorang pria yang sudah dikremasi dihadapannya kini menghadapnya dengan tubuh yang utuh.
Tidak mungkin,mustahil.Batin catrine merana.
"ayo,ikut denganku"-senyumnya yang indah terpancar diWajah cerahnya.
Tubuhnya meraung tak mau seperti alpha kehilangan omeganya,tetapi hatinya berkata lain.Hatinya ingin sekali memeluk pria itu hangat,menyalurkan rasa rindu selama beberapa Tahun terakhir ini.
"ayo"
inikah akhirnya?aku akan senasib dengan mereka,aku tahu ini salah.tapi hatiku berkata ingin terus bersamanya.tolong aku.Batinnya meraung.
Selangkah saja Catrine sudah dalam dekapan sang kekasih hatinya,tubuh yang selalu mememberikan kehangatan padanya dulu.Dan pagi yang mendung dengan tetesan air hujan,bercampur dengan air mata pilu sanak saudara sang detektive berbakat itu.
Tak bisa dijelaskan lagi bagaimana keadaan tubuh Catrine saat ini,kaki yang bengkok kesamping,mata yang mendelik tajam,dan tangan yang patah.mungkin bila ia hiduppun tak akan bertahan lama.
Beberapa bulan berlalu setelah kematian Catrine,tak ada lagi korban berjatuhan di Kota kecil itu.mungkin si Makhluk mimpi sudah kembali damai ditempatnya,bersama para korban yang hidup abadi didalam alamnya.
-end
Komentar
Posting Komentar